Meskipun matahari pagi menyengat sedikit lebih terik dan kabut asap tipis sisa kebakaran hutan menyelimuti Martapura, suasana di sekitar Jalan Masjid justru terasa begitu hangat dan akrab. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, ratusan siswa, guru, dan orang tua dari SMP Alam Muhammadiyah Martapura berkumpul mengenakan atribut bernuansa merah putih. Mengenakan masker seadanya untuk melindungi diri, tidak ada wajah yang cemberut; semuanya justru tampak antusias bersiap melebur dalam kegiatan jalan santai (fun walk) demi memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Langkah demi langkah beranjak meninggalkan area Jalan Masjid menyusuri Jalan Kenanga. Kabut tipis di udara pagi itu seolah sengaja meredam panasnya matahari, menciptakan suasana teduh yang membuat perjalanan terasa santai. Di sepanjang rute, gelak tawa dan obrolan ringan mengalir begitu saja. Tanpa sekat jarak, anak-anak dan para guru berjalan berdampingan, sambil sesekali menikmati camilan ringan yang dibagikan panitia dan disantap santai di sela-sela kegiatan sekolah. Mereka juga melambaikan tangan kepada warga sekitar yang tersenyum hangat dari teras rumah.
Kepala SMP Alam Muhammadiyah Martapura menyempatkan diri mengobrol ringan dengan para orang tua di sela perjalanan, memaknai kondisi hari itu dengan senyuman.
> "Cuaca hari ini memang sedikit berbeda, ada kabut asap tipis yang menyapa. Tapi justru dari sinilah anak-anak belajar beradaptasi, saling menjaga kesehatan, dan tetap menemukan alasan untuk bergembira bersama," ujarnya lembut.
>
Setibanya kembali di area sekolah, rangkaian acara berlanjut ke halaman utama yang sudah dipenuhi kursi-kursi penonton. Suasana riuh dan tegang bercampur penasaran langsung terasa ketika panitia mulai mengumumkan para pemenang Lomba Orientasi Olimpiade Sekolah Alam Muhammadiyah. Tepuk tangan meriah dan sorak-sorai gembira pecah setiap kali nama siswa yang berprestasi dipanggil ke depan untuk menerima apresiasi.
Menjelang siang, acara ditutup dengan sesi foto bersama sambil menikmati sisa camilan di bawah rindangnya pepohonan sekolah. Hari itu, perayaan kemerdekaan terasa begitu dekat di hati—menyisakan cerita hangat tentang kebersamaan, tawa, dan ketulusan melangkah bersama di bawah langit Martapura.
Artikel lainnya di kategori News